Kategori: Kesehatan
Penulis: Nur Ardah Sari, St. Wardah Fatimah, Asterla Aprilia Rannu Paembonan, Sari Iryanti Berta Agata Sitorus, Sri Nova Bahri, Nurhaliza, Aisah Gafar, Nurfadhilah RB, Zihan Dwi Zinalti, Aura Asalah Madina, Najwa Auliyah Ahsyaf, Auliyah Rofiatul Adawiyah, Kesya Juwita Ratu, Radhwa Razikhah, Melati Triana Putri, Muhlisa, Nur Hanifah, Ulvianthy Azhari Putrie, Arimbi Tenri Winarno, Pricilia L. Audrey Sinyoman, Sitti Naura Zahrani, Fatimah Sitii Nurfadillah, Nur Fadilah Ilham, Talitha Kalyana, Andi Nida Ramadani, Sri Sartika Fauziyah Makalalag, Andi Putri Tjatur Lestari, Umrah, Aqilah Hana Muthiah, Sahwa Ade Putri Tenriani, Muhammad Fadli Husain Hasyim
Halaman: 138
Stok: 1
ISBN: 978-623-8357-11-6
Dari yang biasa kita jumpai, para pedagang juga sering menggunakan minyak goreng secara berulang-ulang hingga minyak tersebut berwarna kehitaman, hal tersebut dapat mengakibatkan timbulnya berbagai macam penyakit dalam tubuh kita, dan terkadang akan timbul rasa gatal pada tenggorokan setelah mengonsumsi gorengan yang menggunakan minyak jelantah. Minyak goreng sangat sulit dipisahkan dari kehidupan masyarakat, tetapi terdapat satu permasalahan, yakni masyarakat belum mengetahui kualitas fisis dari minyak goreng yang digunakan lebih dari 2 kali pemakaian. Minyak goreng lebih dari 2 kali pemakaian akan mempengaruhi perubahan viskositas dari minyak goreng tersebut yang akan sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh khususnya untuk tekanan darah dan kolesterol, serta dapat menurunkan nilai gizi makanan yang digoreng dan kandungan vitamin A dan D dalam makanan dapat hancur. Mengonsumsi gorengan yang berlebih sangat berpengaruh pada kenaikan kolesterol, karena pada suhu tinggi yang digunakan oleh penjual gorengan dan penggunaan minyak berkali kali akan mengakibatkan ikatan rangkap pada asam lemak tidak jenuh rusak, sehingga tinggal asam lemak jenuh saja (Kementrian Kesehatan, 2022). Para pekerja yang sibuk akan pekerjaannya tidak memiliki pilihan lain selain membeli makanan jadi yang dijual di warung-warung terdekat, sehingga menyebabkan makin maraknya orang-orang untuk berjualan makanan diakibatkan permintaan konsu-men yang cukup tinggi. Masalah yang lebih parah adalah anak-anak sekolahan yang sering jajan di luar dan belum bisa memilih makanan mana yang baik untuk tubuhnya, mereka hanya melihat makanan dari tampilannya saja, apalagi jika telah mencoba makanan tersebut dan ternyata rasanya enak dilidah mereka, maka para anak itu akan terus menerus membeli jajanan tersebut tanpa tau bahwa makanan yang mereka beli mengandung garam dan gula yang cukup tinggi, serta mengandung berbagai macam bahan kimia yang akan berdampak sangat buruk bagi kesehatan tubuh.