INTERNASIONALISASI BAHASA INDONESIA DI ASEAN

Kategori:
Penulis: Muhammad Alfian Tuflih, S.S., M.Pd. Dr. Mayong, M.Pd. Ainun Jariah, S.Pd., M.Pd.
Halaman: 151
Stok: 0
ISBN: 978-623-8357-12-3

Rp. 65.000

Bahasa memiliki peran yang penting dalam kehidupan. Tanpa bahasa, tidak akan berarti sebuah kehidupan. Sebuah kehidupan tanpa bahasa seperti teh tanpa gula. Bahasa menjadi pemanis dalam kehidupan bermasyarakat. Bahasa juga dapat diana-logikan sebagai pisau yang berfungsi ganda. Di satu sisi mampu menjadi alat perkakas rumah tangga yang mempermudah pekerjaan, namun di sisi lain mampu menjadi alat untuk membunuh. Hal inilah yang membuat seorang aktivis Hak Asasi Manusia, Martin Luther King Jr., membuat sebuah kalimat inspiratif bahwa �Bahasa mampu memecahkan sebuah peperangan dan bahasa pula mampu membuat sebuah perdamaian�. Betapa pentingnya sebuah bahasa dalam kehidupan. Melalui bahasa manusia dapat berinteraksi dengan sesamanya. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa bahasa merupakan sumber daya bagi kehidupan sosial. Perkembangan bahasa juga berefek domino terhadap hubungan negara Indonesia dengan negara-negara di sekitarnya. Pada tahun 1967, negara-negara di kawasan Asia Tenggara bergabung membentuk sebuah perkumpulan yang diberi nama Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara atau lebih dikenal dengan nama Association of Southeast Asian Nation (ASEAN). Proses pembentukan dimulai oleh konferensi Bangkok oleh lima negara yaitu Indonesia, Thailand, Singapura, Malaysia, dan Filipina. Hingga tahun 2016 anggota negara ASEAN berjumlah sepuluh negara. Brunei Darussalam, Vietnam, Myanmar, Laos, dan Kamboja, berturut-turut merupakan negara keenam hingga kesepuluh yang terdaftar sebagai anggota ASEAN. Timor Leste yang dulunya merupakan bagian dari Indonesia, hingga tahun 2016 belum menjadi anggota ASEAN.