Kategori: Kesehatan
Penulis: Ayu Astika, Vivi Cahyani, Siti Nurrahmadayani. Jihan Pratiwi Ika antasari, Nurhidayah, Indah Ayu Putri, Nuril Azkiah, Firatul Aqidah, Nur Ilahi Amir, Sabrina Elvira Kali, A. Tri Muhliza. S, Ihsan Anugrah, Sari Bulan, Aprilianti Wulandari, Salsabila Andriana, Diva Azilah, Adinda Fitri Ramadhani. S, Riska Sriwani, Anindia Sifa Hijri, Lisnawati Ali Silondae, Margareta, Annisa Asmanan, Asriana, Nurul Hidayah, Inas Bustainah Ruslan, Angel Keren Happuch, Goretti Le'bok Benedikta Kali, Nasriya Suparman, Andi Armitha Eka Putri, Cahya Muthia Syarhina, Nelchy Yalfanita
Halaman: 125
Stok: 1
ISBN: 978-623-8357-10-9
Kesenjangan ekonomi telah banyak dianalisis di negara-negara barat tetapi masih terbatasdi negara- negara berkembang mengetahui peran kesenjangan ekonomi terhadap kegemukan diharapkan dapat membantu mengatasi masalah kegemukan di Indonesia. Analisisini bertujuan untuk mengetahui hubungan kesenjangan ekonomi dengan kegemukan. Kesenjangan ekonomi mempunyai pengaruh yang searah dengan tingkat sosial ekonomi individu terhadap kegemukan. Kesenjangan ekonomi yang tinggi disuatu daerah meningkatkan risiko kegemukan bagi individu yang hidup di daerah tersebut terutama individu dengan status ekonomi yang semakin tinggi. Namun demikian ,pengaruh kesenjangan ekonomi ditingkat provinsi lebih kecil dibanding faktor ditingkat individu yaitu jenis kelamin perempuan, pendidikan SMA, lemak berlebih, status sosial ekonomi semakin tinggi meningkatkan risiko terjadinya kegemukan. Survei riset kesehatan dasar menunjukkan prevalensi overweight dan obesitas di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun, pada tahun 2007 sebesar 19,1%, meningkat menjadi 21,7% pada 2010 dan meningkat kembali pada angka 26,24% pada 2013 .Hal ini menunjukkan bahwa obesitas juga menjadi masalah serius bagi Indonesia. Selain itu, obesitas menjadi faktor risikopenyakit tidak menular antara lain stroke, kanker penyakit jantung koroner, serta diabetes mellitus. Penyakitini berdampak negatif pada ekonomi dan produktivitas bangsa karena pengobatannya mem-butuhkan waktu lama dan memerlukan biaya besar. Penyebab masalah obesitas ini adalah perubahan gaya hidup, aktivitas, teknologi dan pola makan. Pola makan sendiri berkaitan dengan preferensi makanan konsumen yang tidak sehat, terutama, tinggi kalori dan tinggi lemak.Saat ini, produk makanan yang beredar dimasyarakat sangatlah banyak variasi dari jenis, rasa, warna dan kandungan zat gizinya. Konsumen perlu jeli untuk membedakan makanan sehat dan tidak sehat berdasarkan kandungan gizi didalamnya. Informasi nilai gizi (nutrition facts) yang tertera dikemasan makanan dinilai kurang menarik dan masih membingungkan konsumen. Konsumen masih kesulitan memahami kandungan gizi makanan dalam produk maupun membandingkannya antar prod-uk. Klaim-klaim sepihak dari produsen juga turut membingung-kan konsumen untuk membeli produk manakah yang benar-benar sehat dan bergizi bagi dirinya. Oleh karena itu, perlu adanya inovasi teknologi untuk memudahkan konsumen dalam memilih produk makanan olahanyangsehatdan bergizi dalam bentuk nutrition facts digital yang simpel, informatif dan mudah dimengerti oleh semua kalangan.