Literasi Gizi Menuju Generasi Bergizi

Kategori: Kesehatan
Penulis: Nur Syamsuddhuhasari, Nurul Fadhilah, Nurul Tyara Aziza, Regita Cahyani, Tasya Anugrah Futri, Luna Haura, Andi Fristi Tenri Lipu, Afdillah Nurfath, Trya Citra Andini Tahir, Fitria Ramadhani, Hanifah Ashara, Idel Irene Limbongan, Nurinayah Aprilia, Nadia Viga Anggini, Sri Wahyuniar, Resti Silaturrahmi, Nabila Zati Ishma, Retno Ajeng Partiwi, Jeslin Marokko�, Dwi Puspita Kalsum, Brigita Meida Palimbongan, Sri Handayani Ahmad, Aisyah Auliya Ibrahim Abadi, Azzahra Aulia Putri, Narizha Ramadhani, Shesylia Khalisa Azqina, Mukrimatunnisa, Arina Lilinda Rianti, Andi Nurul Diza Zahrani Yusran, Qurani Amin, Nabilatul Aprilla Adinta
Halaman: 128
Stok: 2
ISBN: 978-623-8357-16-1

Rp. 55.000

Literasi adalah kemampuan untuk menggunakan bahasa dan gambar dalam bentuk yang kaya dan beragam untuk membaca, menulis, mendengarkan, berbicara, melihat menyajikan, dan berbicara kritis tentang ide-ide; 2) Praktik sosial dan budaya dipan-dang sebagai prestasi kognitif yang bebas dalam konteks; 3) Literasi sebagai visual, auditori dan spasial daripada kata-kata yang tertulis; 4) Literasi sebagai konstruksi sosial dan tidak pernah netral; 5) Literasi sebagai sebuah konsep yang berkembang dan berkonsekensi pada penggunaan berbagai media digital di kelassekolah dan masya-rakat. Konsep ke lima dikenal dengan multiliterasi. Multiliterasi merupakan kemampuan memandang pengetahuan secara integratif, tematik, multimodaldan interdisipliner (Abidin et al, 2017)Literasi adalah suatu kemampuan dalam diri seseorang untuk menulis mem-baca dan keterampilan sosial. Konsep literasi yang baru melibatkan keterampilan sosial yang dikembangkan melalui kolaborasi dan jaringan. Keterampilan ini membangun di atas literasi dasar tradisional, keterampilan penelitian, keterampilan teknis, dan kritis keterampilan analisis (Jenkinset al, 2009). Berbicara secara akuntabel dan 4) Keterampilan menguasai media Literasi sains merupakan pengetahuan dan pemahaman tentang konsep-konsep ilmiah dan proses yang diperlukan untuk pribadi dalam pengambilan keputu-san, suatu kemampuan dan produktivitas ekonomi (Turiman, et dalam diri seseorang al., 2011). Sedangkan konteks PISA untuk menulis-membaca dan kemampuan untuk yang terkait dengan ilmu pengetahuan partisipasi dalam urusan sipil dan budaya 2015 literasi sains diubah menjadi literasi saintifik.