Kategori: Pendidikan
Penulis: Subarman Salim
Halaman: 157
Stok: 0
ISBN: 978-623-8632-40-4
Menerima draft ini saat berada di dapur, disodorkan suami untuk dibaca. Awalnya, saya mengira ini berat. Setelah melihat judulnya �Perjalanan mengelilingi Dapur 7 kali� dan suami menjelaskannya. Kening saya berkerut, tersenyum. Benar, buku menyiratkan sebuah simbolisme mendalam yang terilhami dari tradisi pernikahan masyarakat Bugis. Ya, jadi sebelum seseorang dianggap siap untuk memasuki gerbang pernikahan, mempelai diharuskan mengelilingi dapur sebanyak tujuh kali, sebagai sebuah ritus reflektif yang mengundang mereka untuk memahami kebutuhan, tanggung jawab, dan makna rumah tangga yang akan dibangun. Sebuah perjalanan batin di dalam ruang yang sederhana namun sarat makna, dapur menjadi lambang kehidupan yang harus dipelajari dan dijaga. Secara filosofis, ini tak jauh berbeda dengan ritual tawaf dalam prosesi haji, di mana tujuh kali putaran melambangkan perjalanan spiritual dalam mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Maka, �mengelilingi dapur� menjadi lebih dari sekadar langkah fisik�ia adalah perenungan tentang cinta, komitmen, dan pengabdian dalam kehidupan pernikahan, sebuah romantisme yang terjalin antara tradisi, spiritualitas, dan keseharian hidup. Ya, masyarakat Bugis dikenal dengan bahasa indirect speach-nya, ini telah tersirat pada penulisnya. Kak Subarman salim yang lebih ringan dipanggil kak Uba