Teruslah Merekah Sekali Ialah Berarti

Kategori:
Penulis: Nur Ishaq, Fathul Fajar, Andi St Sahra, Nurqolisa, Nindi Fatika Sari, Firlyza Amaliah Rahman T, Andi Fitri Annisah, Dina Mariana, Dinda Lestari, Murmayangsari, Muh. Jamil, Rizka Auliyah, Nur Asmi, Nur Azizah Putri, Muhammad Ridwan, Maghfiratul Aulisa, Ayu Sukmawati, Furqan Hidayat, Widy Amaliah Ahmad, Ummu Salamah, Fari Indria Sari, Randi, Indah Arliana, Muhammad Fauzan, Sakinah Mursalim, Nur Islamiah Salim, Nurul Atisah, Nur Afia Ilham
Halaman: 114
Stok: 0
ISBN: 978-623-8357-18-5

Rp. 50.000

Teruslah Merekah, Sekali Ialah Berarti adalah bukti nyata bagi kami yang terus mengupayakan segala halnya demi hari-hari bahagia yang akan datang esok, nanti dan selamanya. Kami percaya, akan ada hari yang telah kami panjatkan kepada Tuhan bahwa hari itu Kamilah pemenangnya. Mari terus berkelana untuk menjemput hari kemenangan kita dan merajut kisah-kisah lainnya yang akan terukir dalam Sejarah. Kurang lebih 5 jam saya berada di dalam ruangan polisi dimintai keterangan dan kesaksian mengenai kejadian itu, saya diprioritaskan karena berita saya viral di mana-mana hingga masuk ke Kompas TV, Metro TV dan media-media besar lainnya. Selepas saya membuat laporan kurang lebih 5 jam, puluhan wartawan menghampiri saya untuk dimintai keterangan mengenai berita saya yang viral, hingga saat itu saya diberikan perlin-dungan oleh Polres Pelabuhan agar tidak terjadi apa-apa kepada saya sebagai korban di luar sana dan orang tua saya sampai menyewa pengacara agar kasus ini berlanjut, sampai hari ini 8 Oktober 2023 kasus ini masih berjalan dan menunggu proses persidangan. Saat ini, Saya masih berada di semester 5, setelah lulus nanti Saya bercita-cita ingin mempunyai anak kembar dari 1 istri dan menjadi bapak kost 100 pintu. Masa kanak-kanak merupakan masa yang sangat menyen-angkan karena saya mempunyai seorang sahabat yang tinggal tidak jauh dari rumah saya dan juga kami bersekolah di TK yang sama. Seiring berjalannya waktu tibalah penerimaan siswa baru, tetapi ibu mengatakan pihak sekolah tidak dapat menerima calon siswa yang usianya masih belum genap 7 tahun dan akhirnya saya kembali masuk ke taman kanak-kanak.nSemasa sekolah dasar saya sangat dekat dengan nenek buyut saya, jarak sekolah dari rumah nenek sangatlah dekat. Oleh karenanya, sepulang dari sekolah saya ke rumah nenek menunggu orangtua datang men-jemput. Masa sekolah dasar menjadi awal terbentuknya minat saya terhadap bahasa yaitu Bahasa Inggris.